Gambar : Ilustrasi
GLX ANGKA - Toko aplikasi dari Apple App Store dan Google Play Store dianggap menjadi tempat yang aman dan terpercaya untuk mengunduh aplikasi di smartphone.
Lantaran, baik Apple dan Google mengklaim mereka memiliki sistem yang aman untuk mencegah malware dan juga proses peninjauan yang dimaksudkan untuk menyingkirkan aplikasi yang dianggap tidak aman. Akan tetapi, sistem tersebut belum sempurna.
Dilansir dari Ubergizmo, Selasa 8 Juni 2021 menurut sebuah laporan dari Washington Post, ternyata dari 1.000 aplikasi teratas di App Store setidaknya sekitar 2% dari aplikasi tersebut ditemukan sebagai aplikasi penipuan.
Itu berarti bahwa dari 1.000 aplikasi tersebut, sekitar 20 atau lebih mungkin merupakan aplikasi penipuan. Angka 20 dari 1.000 sebenarnya dinilai cukup bagus akan tetapi ini menunjukkan bahwa masih ada pekerjaan yang perlu dilakukan dari Apple atau Google untuk melindungi para penggunanya.
Bagaimanapun, masuk ke 1.000 aplikasi teratas berarti aplikasi ini mungkin diunduh berulang kali, yang dapat mempengaruhi ribuan pengguna dalam prosesnya. Laporan tersebut mengklaim bahwa aplikasi ini saja mungkin telah mengakibatkan orang ditipu sebesar USD 48 juta atau sekitar Rp 684 miliar.
"Kami menjunjung tinggi standar pengembang untuk menjaga App Store sebagai tempat yang aman dan terpercaya bagi para pelanggan untuk mengunduh perangkat lunak dan kami akan selalu mengambil tindakan terhadap aplikasi yang menimbulkan merugikan pengguna," kata juru bicara Apple, Fred Sainz menanggapi laporan tersebut.
"Apple memimpin industri dengan praktik yang mengutamakan keselamatan pelanggan kami dan kami akan terus belajar, mengembangkan praktik kami, dan menginvestasikan sumber daya yang diperlukan untuk memastikan pelanggan mendapatkan pengalaman terbaik," tambahnya.


0 Comments