600 Kubus Uranium Nazi Raib di Amerika
GLX Angka - 600 kubus uranium milik Nazi dikabarkan telah hilang di Amerika Serikat dan sekarang menjadi buruan para ilmuwan. BErdasarkan laporan, kubus dengan ukuran 5 cm tersebut mempunyai bobot sekitar 2 kg sebab terbuat dari elemen terberat di Bumi, uranium.
Kubus uranium itu pernah menjadi bagian dari reaktor nuklir eksperimental yang didesain Nazi selama Perang Dunia II. Sejauh yang diketahui para peneliti hanya ada 14 kubus yang tersisa di dunia dari lebih 1.000 kubus yang dipakai dalam eksperimen senjata nuklir Nazi.
Catatan sejarah memberitakan lebih dari 600 kubus dibawa ke Amerika pada tahun 40-an. Namun tak ada yang mengetahui keberadaan dan nasib kubus itu.
Hiebert dan Timothy Koeth yang merupakan profesor ilmu material dan teknik di Universitas Maryland, melakukan penelitian selama bertahun-tahun terkait kubus tersebut.
Menjelang perang, Jerman merupakan pemimpin dunia dalam dunia fisika dan ilmu energi nuklir yang masih dalam masa perkembangan.
Pada 1938, ahli kimia Jerman bernama Otto Hahn mengatakan bahwa dia sudah menciptakan fisi dengan meledakkan neutron pada inti uranium.
Para ilmuwan lainnya melarikan diri dari Eropa termasuk Albert Einstein dan Enrico Fermi dan memperingatkan Amerika Serikat bahwa Jerman mampu mengembangkan bom atom.
Dalam bentuk alaminya, uranium tak terlalu radioaktif sehingga kubus juga tak terlalu berbahaya. Tetapi dengan menerapkan neutron pada uranium, khususnya pada isotop U-235, itu akan menghasilkan ledakan.
Untuk membuat ledakan maka proses ini harus terjadi dalam reaksi berantai. Neutron ditangkap oleh atom uranium lain yang membelah dan menghasilkan lebih banyak neutron dan seterusnya.
Untuk memungkinkan hal tersebut maka neutron harus diperlambat oleh zat yang dikenal dengan moderator. Pasukan sekutu yang tak mengetahui sejauh mana program nuklir Nazi menjadi gugup.
Pada tahun 1943, sekutu meluncurkan misi rahasia dengan nama kode Alsos guna mencari informasi.
Tim tersebut terdiri dari para tentara, ilmuwan dan juga penerjemah yang melakukan perjalanan melalui Italia, Prancis dan Jerman guna mencari jejak eksperimen nuklir Nazi.
Pada April 1945, pasukan sekutu berhasil mendapatkan dan menangkap kurang lebih 1,6 ton kubus uranium di Jerman selatan. Hampir semua kubus tersebut dikirim kembali ke Amerika Serikat.
Setelah kubus tiba di Amerika tidak ada seorangpun yang mengetahui bagaimana kelanjutan catatan sejarah tersebut. Amerika sendiri sangat tertutup mengenai program nuklirnya sehingga tak banyak catatan publik mengenai uranium Nazi.
Saat ini para ilmuwan masih melanjutkan pencarian kubus yang tersisa. Kubus itu sekarang juga mempunyai kegunaan yang berbeda dengan tujuan penggunaan untuk pelatihan.
Situs Casino Online, Judi Casino, Agen Judi Casino Online, GLX Angka

0 Comments