Xendit Menjadi Startup Unicorn Baru yang Hadir di Indonesia

 Xendit Menjadi Startup Unicorn Baru yang Hadir di Indonesia




GLX Angka - Startup fintech yakni Xendit, menyatakan bahwa perusahaan mereka sudah menyandang status unicorn di Tanah Air. Xendit sendiri baru mendapatkan pendanaan seri C bernilai 150 juta dolar AS atau berkisar Rp 2,1 triliun.


Dikutip Tech Crunch, berakhirnya putaran pendanaan tersebut sekaligus menobatkan valuasi Xendit di atas 1 miliar dolar dan juga berhak untuk menyandang status startup unicorn di Indonesia. Putaran ini dipimpin oleh Tiger Global Management dengan partisipasi investor lainnya seperti Accel, Amasia dan juga Goat Capital.


Chief Operating Officer Xendit yakni Tessa Wijaya, menyebutkan bahwa suntikan dana ini akan digunakan perusahaan untuk terus melakukan inovasi pada produknya serta memenuhi tujuan ekspansi ke negara-negara lain yang berada di Asia Tenggara.


“Fokus utama kami saat ini untuk penggalangan dana baru ini ialah untuk lebih regional dan untuk memperluas rangkaian produk kami di wilayah tempat kami berada atau akan berkembang,” ucap Wijaya.


Pada akhir tahun lalu, Xendit melakukan ekspansi ke Filipina dan kini menjadi salah satu pemain pembayaran terbesar di negara Filipina. Pada bulan Juli silam, mereka mengatakan investasi strategis dalam platform pembayaran online lama yaitu Dragonpay.


Xendit merupakan startup fintech yang menyediakan solusi pembayaran online bagi berbagai macam bisnis yang terdapat di Indonesia mulai dari UMKM, startup hingga korporasi besar. Xendit berdiri pada tahun 2015 oleh Tessa Wijaya dan Moses Lu yang sekarang menjabat  CEO.


Dengan rangkaian produk yang beragam, sistem Xendit mampu menerima pembayaran dari akun virtual, kartu kredit dan debit, eWallet, gerai retail (Alfamart Group & Indomaret) serta kredit online. Klien Xendit berkisar dari UMKM hingga sejumlah pemain teknologi terbesar di kawasan Asia Tenggara termasuk Traveloka, Wise, Wish dan juga Grab.


Xendit diketahui juga sebagai startup Indonesia pertama yang sukses lulus dari incubator bergengsi YCombinator di Silicon Valley. Sejumlah kompetitor Xendit di pasarnya saat ini termasuk Midtrans di Indonesia yang diakuisisi oleh Gojek pada tahun 2017 silam dan PayMongo di Filipina yang didukung oleh Stripe.


Masuknya Xendit menambah daftar panjang startup unicorn yang ada di Indonesia. Tercatat sekarang jajaran startup unicorn di Indonesia terdiri dari, Tokopedia, Bukalapak, Traveloka, OVO, JD.id, J&T Express, Tiket.com, OnlinePajak dan juga Blibli. Sementara, Gojek menyandang status decacorn yakni startup yang sudah bernilai lebih dari 10 miliar dolar AS.



Situs Casino OnlineJudi CasinoAgen Judi Casino OnlineGLX Angka

Post a Comment

0 Comments