Pemerintah Bahama Akhirnya Gelar Pemilihan Parlemen

 

PM Bahama, Philip Brave Davis, sumber foto: tribunemedia.net


GLX Angka - Pemerintah Bahama akhirnya resmi menggelar pemilihan parlemen pada Kamis (16/9/2021). Hal ini sejalan dengan keputusan Perdana Menteri Hubert Minnis untuk membubarkan parlemen Agustus lalu dan mengadakan pemilihan umum.


Pemilu ini digelar meski posisi Minnis belum usai dan menurut konstitusi akan berakhir pada Mei 2022. Pada 2017, partai Minnis, yakni FMN (Free National Movement) berhasil mengalahkan oposisi PLP (Progressive Liberal Party) .


Kekalahan partai FMN dalam pemilihan parlemen

https://twitter.com/AmericaElige/status/1438977373068791812?s=20


Berdasarkan hasil pemilihan parlemen Bahama, Kamis (16/9/2021), partai oposisi PLP menang dengan perolehan 32 dari 39 kursi parlemen. Hal ini membuat PM Hubert Minnis harus menerima kekalahannya dan meninggalkan jabatannya sebagai pemimpin negara Karibia itu.


Sementara itu, OAS juga telah ditunjuk untuk mengawal acara demokrasi lima tahunan di negara berpenduduk 400.000 jiwa itu. Selama ini Persemakmuran Inggris dikenal dengan tradisi pemilihan umum yang damai dan kondusif.


Bahkan usai pemilihan umum, petahana Hubert Minnis rela mengaku kalah dan menyampaikan selamat langsung kepada saingannya, Philip Brave Davis, seperti dilansir Bloomberg.


Bahama mengalami krisis ekonomi terburuk sejak 1971

https://twitter.com/OAS_official/status/1438293326382391302?s=20


Dilansir dari Bloomberg, kekalahan petahana Hubert Minnis dalam pemilu kali ini disebabkan ekonomi yang buruk setelah dihantam pandemi COVID-19, bahkan disebut terparah sejak krisis ekonomi tahun 1971. Hal ini dikarenakan negara Karibia tahun 2019 ini. juga dilanda bencana Badai Dorian yang merusak industri. turnya.


Bahkan pada tahun 2020, ekonomi Bahama mengalami resesi sebesar 16 persen akibat pemberlakuan aturan lockdown dan jam malam. Sementara itu, tahun ini perekonomian Bahama diprediksi mampu keluar dari resesi dan mengalami pertumbuhan 2 persen.


Di sisi lain, PLP mampu menang karena berhasil memanfaatkan momentum melalui kampanye yang berfokus pada kesalahan pemerintah dalam menangani COVID-19 dan perekonomian. Oleh karena itu, PLP mampu menarik suara warga yang kecewa dengan tindakan pemerintah yang dipimpin FMN, lapor Reuters.


Philip Brave Davis ditunjuk sebagai perdana menteri baru


Setelah pengumuman resmi pemilihan parlemen, dipastikan Partai PLP resmi menang telak atas Partai FMN. Hasilnya berarti pemimpin PLP Philip Edward Davis akan mencalonkan diri sebagai perdana menteri baru negara kepulauan itu.


Pada Sabtu (18/9/2021) upacara pelantikan perdana menteri digelar di Kantor Gubernur Jenderal yang bertempat di Istana Montague. Sementara itu, Wakil Perdana Menteri juga dilantik keesokan harinya, dilansir The Tribune.


Dikutip dari Reuters, Davis yang menjadi pemimpin baru harus menghadapi tantangan berat dalam mengatasi krisis kesehatan akibat pandemi COVID-19 dan dampak ekonomi yang ditimbulkannya.


Padahal, Bahama baru saja mulai bangkit dari peristiwa Badai Dorian pada 2019 dan menyebabkan utangnya membengkak hingga mencapai 10,356 miliar dolar AS (Rp 147,5 triliun) pada akhir Juni 2021.

Post a Comment

0 Comments