Korut Dikabarkan Tolak Vaksin COVID-19 dari China Sebanyak 3 Juta Dosis

 

GLX Angka - Vaksin COVID-19 Sinovac buatan China, sumber foto: DW Indonesia


Korea Utara (Korut) dikabarkan menolak tawaran vaksin COVID-19 dari China, negara tetangga yang juga merupakan sekutu dekat. Rencananya, Beijing akan menyediakan tiga juta dosis vaksin Sinovac Biontech.


Hingga saat ini, belum ada informasi yang jelas mengenai korban infeksi corona dari Korea Utara. Negara tersebut awalnya mengaku tidak terinfeksi virus COVID-19 yang melanda dunia, namun beberapa bulan lalu mereka melakukan lockdown secara ketat, diduga akibat penyebaran infeksi.


Korea Utara merekomendasikan agar vaksin COVID-19 diberikan kepada negara-negara yang terkena dampak parah

https://twitter.com/WSJ/status/1433034433754537986?s=20


Menurut kantor berita Reuters, kabar penolakan itu disampaikan UNICEF pada Rabu (1/9/2021). Mereka meminta agar vaksin yang semula ditawarkan ke Korea Utara dipindahkan ke negara-negara yang terkena dampak lebih parah.


Sebelumnya, negara yang dipimpin Kim Jong Un itu juga menolak vaksin COVID-19 AstraZeneca pada Juli lalu. Alasan penolakan itu karena khawatir akan efek samping vaksin yang diproduksi Inggris.


Meskipun Pyongyang sejauh ini belum melaporkan kasus COVID-19, negara yang sering bentrok dengan Amerika Serikat itu telah menutup perbatasannya, membatasi perjalanan domestik dan memberlakukan tindakan anti-virus yang ketat.


Korea Utara tertarik dengan vaksin buatan Rusia


Meski Korea Utara dicap sebagai salah satu negara paling terisolasi di dunia, mereka tetap menjadi bagian dari COVAX, skema distribusi vaksin inisiatif Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang bertujuan untuk mendistribusikan vaksin ke negara-negara berpenghasilan rendah.


Dikutip dari Sky News, Korea Utara menolak tiga juta vaksin buatan China karena khawatir tidak efektif melawan virus corona. Selain itu, mereka juga menyarankan agar vaksin didistribusikan ke negara-negara yang paling parah terkena dampak, menurut laporan UNICEF.


Di sisi lain, Korea Utara telah mencurahkan minatnya pada vaksin buatan Rusia. Rusia sendiri, yang diwakili oleh Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov, mengatakan pada Juli bahwa Kremlin telah menawarkan vaksin Sputnik V kepada Korea Utara, lapor BBC.


Kerja sama dengan Pyongyang untuk penanganan COVID-19 terus berlanjut

https://twitter.com/Reuters/status/1433152732739907589?s=20


Meskipun banyak orang meragukan bahwa Korea Utara tidak memiliki kasus infeksi COVID-19, menurut laporan WHO, 37.291 warga Korea Utara telah menerima tes PCR dengan interval 10 hari pada bulan Agustus dan hasilnya semuanya negatif.


Mereka yang hasil tesnya negatif antara lain 665 orang yang diperiksa selama 12-19 Agustus 2021 dan 97 orang yang menderita influenza atau infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).


Saat ini, otoritas kesehatan dunia terus bekerja sama secara intensif dengan Pyongyang. Menurut Korea Times, juru bicara Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi, salah satu organisasi yang memimpin skema COVAX, mengatakan "kami terus bekerja dengan otoritas DPRK (Korea Utara) untuk membantu menanggapi pandemi COVID-19 ."

Post a Comment

0 Comments